Railling Tangga Mempercantik Tangga

Tangga yang ideal adalah tangga yang mempunyai pengaman yang tentunya untuk mengamankan “perjalanan” dari bawah ke atas atau sebaliknya. Pengaman tangga biasa disebut railing yang bisa terbuat dari material yang sama dengan struktur tangga atau dengan material lainnya. Memang ada beberapa desain tangga yang menarik tanpa railing atau pengaman tangga, tapi akan lebih bijak jika railing tetap ada karena fungsinya bisa jadi bukan hanya kita yang menggunakan, bisa anak-anak atau orang tua.
       Struktur tangga terdiri atas bagian-bagian tertentu yang merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi sama lain. Karena itu elemen yang satu dengan elemen lainnya saling berhubungan. Sistem struktur tangga sendiri terdiri atas : anak tangga vertikal (riser) untuk pijakan tangga horizontal (tread), tempat istirahat (bordes), ibu tangga yang memegang anak tangga (string), tiang utama (newel), railing (handrail), dan pagar tangga (baluster).     
RAILLING
     Tren railing tangga yang biasa digunakan masyarakat sekarang mulai beragamam, mulai logam, kayu, beton sampai kaca. Railing tangga tersedia dengan berbagai macam desain dari yang klasik sampai minimalis sesuai dengan permintaan konsumen.
      Aplikasinya yang sesuai dengan desain interior juga sangat menentukan kecantikan bentuk railing tangga ini, misalnya untuk rumah minimalis, material yang sesuai adalah logam, beton, atau kaca, meskipun konsep minimalis lebih kepada kesederhanaan desain dari pada pemilihan material. Selain sebagai pengaman, railing tangga juga dituntut untuk dapat tampil menarik sehingga bisa menjadi bagian interior yang menyatu dengan perabot dan konsep desain interior secara keseluruhan.
MATERIAL
     Sekali lagi, material untuk railing tangga sangat beragam mulai dari yang paling umum yaitu kayu hingga yang paling jarang digunakan yaitu kaca. Selain itu masih ada material lain yang juga bisa dijadikan material untuk tailing tangga yaitu, pipa besi, besi hollow, beton. Rumah bergaya tropis, railing tangga yang tepat adalah menggunakan material kayu.
     Karena unsur kayu mampu memberi kesan alami. Berbeda jika material beton atau tembok yang ingin dipakai. Terkesan kokoh namun berat untuk ruangan kecil meskipun tidak ada salahnya jika diterapkan pada rumah kecil asal tidak dominan. Solusinya adalah memberi rongga atau lubang-lubang pemanis agar tidak membatasi pemandangan.dan bisa dikombinasikan dengan material lain seperti besi atau kayu.

BORDES
     Didalam struktur tangga, ada elemen pengaman lain yang tidak kalah pentingnya dengan railing tangga yaitu BORDES. Bordes adalah area pada tangga yang merupakan transisi perjalanan naik turun atau sebaliknya. Fungsi bordes adalah untuk tempat istirahat (walaupun hanya sebentar) untuk melanjutkan pendakian ke atas atau perjalanan turun ke bawah.
    Tetapi yang paling penting dari fungsi bordes adalah untuk meminimalkan resiko terjatuh dari tangga, karena bordes akan menghentikan terjadinya gulingan jika kita terjatuh dari tangga, sehingga kita tidak terjatuh langsung ke lantai bawah. Area bordes juga bisa digunakan sebagai belokan jika panjang tangga menuju ke lantai atas tidak mencukupi.
       Sebaiknya unsur beton hanya dijadikan material pelengkap, misalnya sebagai konstruksi penyangga dan sebagainya. Kaca, material railing yang paling manis jika dipasang ditangga karena bentuknya yang transparan membuat kesan luas ruang terjaga. Tapi juga merupakan material paling rentan karena sifatnya yang mudah pecah. Jika ingin menggunakan material kaca, sebaiknya memakai bahan fiberglass karena lebih aman.
      Namun jika tampilan yang akan ditonjolkan, maka kaca adalah pilihannya meskipun agak mahal,karena kaca tempered jika pecah tidak akan berkeping-keping tapi runtuh halus sebagai butiran kecil yang meminimalkan potensi untuk melukai. Alternative lain adalah bahan akrilik yang jauh lebih aman, hanya saja material ini bisa lebih mahal dibandingkan kaca biasa. Kekurangannya, jika dipakai dalam kurun waktu tahunan, daya kilapnya akan berkurang. Untuk jenis metal, ada banyak pilihannya.
     Penggunaan material metal lazim digunakan pada bangunan yang berkonsepkan arsitektur modern. Berikut ini adalah macam-macam jenis metal beserta fungsinya yang bisa dipakai untuk railing tangga: Besi Holow atau besi berongga yang biasa digunakan untuk rumah minimalis. Besi tempa yang bisa digunakan untuk rumah gaya apa saja mulai dari klasik sampai minimalis, Alumunium dan Stainless steel, yang sering digunakan untuk rumah modern.
     Diantara jenis logam tersebut, stainless steel dan alumunium memiliki sifat anti karat, berpenampilan mewah serta berkualitas, dan harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan jenis logam lainnya. Untuk mencegah agar logam tidak mudah berkarat dan korosi, maka sebaiknya logam diberi tambahan lapisan krom dan semacamnya.


GAYA
     Model railing tangga bisa dibuat apa saja tergantung selera pemilik rumah, tetapi akan lebih baik jika sesuai dengan gaya interior rumah, misalnya interior klasik tentunya tidak cocok jika dipasang railing tangga minimalis, begitupun sebaliknya. Gaya minimalis tentunya adalah gaya arsitektur yang sederhana, maka railing tangga yang sesuai adalah tangga yang tidak terlalu banyak ornamen, warna primer dan bentuknya geometris. Sedangkan klasik tentunya sebaliknya dengan bahan yang lebih mampu menampilkan keriuhan ornament seperti besi tempa, kaca ukir dan lain-lain.




Mr. Ismail
No. HP. 081514026661 / 081311139362
Office : Jln. Raya Pasar Kemis – Bermis Tangerang – Banten
No. Tlp. ( 021) 59313454, Fax : ( 021 ) 59313454
Email : anekacipta14@yahoo.com
 Factory : Komplek Pergudangan PDP, Jln. Rawa Indah Kebon Kelapa, Pasar Kemis Tangerang
Website : http://anekaciptakonstruksi.com / http://stainlesssteel.web.id

Railing Tangga Yang Aman Dan Nyaman

Kehadiran tangga sebagai penghubung lantai satu dengan lantai di atasnya merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan.Selain bersifat fungsional, keberadaan tangga di rumah Anda juga dapat menjadi elemen pelengkap dekorasi.Sebelum mengenal lebih jauh fungsi dan kegunaan railing, ada baiknya kita mengenal struktur tangga terlebih dahulu.
Struktur tangga terdiri atas bagian-bagian yang saling menopang satu sama lain. Kehadiran elemen yang satu dengan elemen lainnya saling berhubungan. Sistem struktur tangga sendiri terdiri atas anak tangga vertikal (riser) untuk pijakan tangga horizontal (tread), ibu tangga yang memegang anak tangga (string), tiang utama (newel), pegangan tangga/ railing (handrail), dan pagar tangga (baluster).
Apakah railing itu?
Railing merupakan salah satu bagian dari struktur tangga yang berfungsi pengaman bagi penghuni. Ternyata ketika diposisikan sebagai elemen interior, pemilihan railing yang tepat dapat memperkuat komposisi ruangan.Hal ini disebabkan oleh pemasangan railing yang berupa repetisi (perulangan) elemen garis yang teratur sesuai jumlah anak tangga.
Dibandingkan dengan tembok masif yang mengelilingi dan mengamankan sebuah tangga, railing merupakan pilihan yang lebih baik karena dapat memungkinkan sirkulasi udara yang lebih lancar.Pemasangan railing juga masih dapat memungkinkan komunikasi antara ruang atas dan bawah pada sela-sela antara rongga railing.
Selaraskan Railing dengan Gaya Hunian Anda
Sesuai dengan gaya hunian yang paling umum diadaptasikan pada rumah Anda, railing dapat dibedakan menjadi 2, yaitu railing bergaya modern atau minimalis dan railing bergaya klasik atau etnik.
Material yang digunakan pun sangat beragam, yaitu mulai dari logam, kayu, beton sampai kaca. Penggunaan material sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya desain ruangan.

1. Railing Rumah Bergaya Minimalis
Secara konsep, kunci dari rumah minimalis adalah minimalisasi penggunaan profil atau ornamen yang justru bisa menghilangkan kesan minimalisnya.Desain yang digunakan bisa memakai garis-garis tegas.Misalnya pemakaian material logam.


Profil atau BentukProfil railing tangga sebaiknya tidak dibuat terlalu ramai agar ruang lebih sedap dipandang.Untuk penyusunan elemen garis, pilihan railing dapat berupa garis vertikal dan horizontal yang sederhana.
Selain profil yang sedikit, kuantitas kerapatan besi penyangganya juga harus dipikirkan.Sebaiknya tidak terlalu renggang maupun terlalu rapat. Apabila terlalu rapat akan memiliki kesan seperti ”jeruji” besi, sedangkan besi penyangga yang terlalu renggang dapat membahayakan anak kecil. Ukuran yang ideal adalah lebih kecil dari ukuran badan anak kecil.Bagi keluarga yang memilik anak kecil, sebaiknya tidak menggunakan railing dengan profil garis melintang yang dapat dipanjat. Hal ini ditujukan demi menjaga keselamatan sang anak, terutama karena rasa keingintahuannya.


WarnaWarna yang tepat untuk digunakan adalah warna dasar seperti hitam dan turunannya (warna kelabu).Namun untuk mendapatkan sentuhan yang lebih modern, railing dapat menggunakan warna silver.Warna tersebut dapat diperoleh dari aplikasi material logam, seperti stainless steel, krom atau jenis logam lainnya.

MaterialMaterial railing yang disarankan untuk rumah minimalis adalah logam, beton, atau kaca. "Tapi bukan berarti unsur tersebut tidak bisa dipakai pada konsep desain interior lain, tapi untuk rumah minimalis umumnya material tersebut yang dipakai," ujar arsitek Ir Bambang Sudiatmojo.
Untuk railing yang bersifat transparan, sebaiknya digunakan bahan fiberglass karena lebih aman dari resiko pecah.Namun sayangnya fiberglass ini tidak 100% memberikan kesan transparan (lebih cenderung translusen). Untuk itu, material lain yang dapat digunakan adalah kaca tempered yang tidak akan berkeping-keping jika pecah. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang masih anak-anak, kami anjurkan penggunaan material akrilik yang jauh lebih aman.Hanya saja material ini lebih mahal dibandingkan kaca biasa dan terdapat penurunan daya kilapnya.
Unsur beton juga dapat dipakai dalam ruangan.Tetapi yang harus diperhatikan adalah jumlah rongga yang lebih banyak agar tak terlalu menekan penghuni dan membatasi pemandangan, misalnya hanya sebagai konstruksi penyangga.Hal ini juga dilakukan agar sirkulasi udara pada tiap lantai tetap dapat mengalir dengan lancar.

2. Railing Rumah Bergaya Klasik atau Etnik
Sebenarnya kedua jenis gaya ini agak berbeda, tetapi kami satukan karena mengacu pada gaya hunian yang lebih old daripada gaya hunian minimalis yang telah dibahas sebelumnya. Kedua gaya ini memiliki kesamaan dalam hal ornamen. Memang jika dibandingkan dengan rumah bergaya minimalis yang minim ornamen, gaya etnik dan gaya klasik lebih mengedepankan ornamen untuk memperkuat nuansa rumah.
Perbedaan mendasar railing gaya etnik dan klasik lebih terlihat pada pemilihan jenis material dan bentuk ornamen yang dipilih.
Pada tangga bergaya etnik, pemilihan jenis material cenderung kepada bahan kayu, misalnya kayu jati.Kayu ini dapat berupa kayu asli yang bahkan masih merupakan bentuk aslinya, dan hanya difinishing dengan vernis atau pelitur untuk mempertahankan keawetannya.Profil railing tangga bergaya etnik semakin diperkuat dengan bentuk ornamen ukiran.
Profil tangga yang berornamen juga banyak digunakan pada konsep klasik, hanya saja material yang digunakan adalah logam.Material yang biasa digunakan adalah besi tempa yang berwarna tembaga.Untuk besi penyangga railing itu sendiri sering digunakan besi ulir, yang dapat menambah kesan ornamented.Baik desain etnik maupun klasik, memiliki pilihan ornamen yang beragam.Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan selera Anda, tetapi jangan lupa untuk diselaraskan dengan nuansa rumah secara keseluruhan, misalnya dengan lampu gantung atau gagang pintu yang berada dekat railing tersebut




Mr. Ismail
No. HP. 081514026661 / 081311139362
Office : Jln. Raya Pasar Kemis – Bermis Tangerang – Banten
No. Tlp. ( 021) 59313454, Fax : ( 021 ) 59313454
Email : anekacipta14@yahoo.com
 Factory : Komplek Pergudangan PDP, Jln. Rawa Indah Kebon Kelapa, Pasar Kemis Tangerang
Website : http://anekaciptakonstruksi.com / http://stainlesssteel.web.id/

Teralis Rumah Minimalis

Tips Memilih Teralis Rumah Minimalis – Pemakaian teralis di beberapa bagian rumah memang sudah menjadi kebutuhan yang penting. Selain bisa mencegah kejahatan yang akhir-akhir ini sedang marak, teralis juga mempunyai fungsi dapat mempercantik rumah anda.
Menambahkan desain rumah dengan adanya aksesori berupa teralis besi tentu sudah sangat lazim digunakan untuk saat ini. Yang paling utama memang adalah faktor keamanan yang menjadi bahan pertimbangan banyak pemilik rumah harus memasang teralis, meskipun kadang-kadang teralis justru dapat merusak penampilan jendela itu sendiri. Akan tetapi tidak untuk model teralis yang sedang banyak diminati akhir-akhir ini.
Pertama kali teralis sebelum digunakan oleh banyak orang, desainnya hanya terbatas pada bentuk garis, horizontal, atau vertikal. Hal ini tentu saja membuat tampilan jendela tidak terlihat manis, malah kesannya menyerupai penjara karena bahan teralis yang terbuat dari besi.
Fungsi teralis jendela itu sendiri tidak hanya memberikan nilai tambah secara estetika. Namun, seperti fungsi awalnya, fungsi teralis jendela juga berfungsi sebagai keamanan di rumah Anda.
Seiring dengan perkembangan waktu, saat ini para pembuat teralis semakin banyak mengembangkan kreativitas mereka. Dan pada akhirnya banyak sekali desain teralis yang tidak biasa seperti bulat, bentuk ketupat, hingga bentuk dekoratif semisal bunga atau daun yang bisa menjadi penambah aksen di dalam rumah.
Sebelum memilih model teralis untuk mempercantik tampilan jendela rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengaplikasian elemen tersebut sesuai dengan fungsinya. Anda perlu memperhatikan jenis dan ukuran teralis. Terkadang jendela dan pintu yang akan dipasangi teralis tidak memiliki ukuran yang sama.
Jika ada selisih 0,5 sentimeter antara teralis dan lebar jendela, maka akan berpengaruh terhadap kerapian pemasangan teralis. Karena itu, memasang teralis memerlukan kecermatan supaya desainnya mampu menutupi lubang agar lebih aman dan juga rapi.
Selain ukuran, pemilihan material teralis juga harus diperhitungkan. Dalam hal ini, Anda mesti menyesuaikannya dengan karakter desain rumah. Untuk rumah yang memiliki desain minimalis, sebaiknya gunakan bahan material besi tempa, besi cor, atau baja. Jika konsep desainnya adalah tradisional, gunakan teralis berbahan kayu, agar tidak terkesan melenceng dari konsep rumah itu sendiri.
Di samping bahan pembuat teralis, sebaiknya perhatikan pula motif atau model desain teralis. Desain teralis jendela dengan model minimalis sangat cocok digunakan untuk rumah bergaya minimalis ataupun klasik. Namun, motif teralis jendela klasik sangat tidak cocok dipasang pada rumah bergaya minimalis.
Ada baiknya untuk rumah minimalis gunakan teralis berbentuk horizontal apabila tirainya memakai horizontal blind. Sementara, jika memilih bentuk teralis vertikal, gunakanlah tirai vertical blind.
Bila material, ukuran, serta motif teralis sudah Anda tentukan, satu lagi yang tidak boleh dikesampingkan, yaitu pemilihan warna teralis. Warna teralis jendela ataupun pintu harus dikombinasikan dengan bentuk jendela, kusen, dan tirainya. Pilihlah warna yang sesuai dan memiliki karakter yang mampu memperkuat gaya arsitektur rumah.
Teralis bisa tampil berbeda dengan warna jendelanya, akan tetapi Anda juga bisa memilih warna yang senada dengan tirai. Tidak hanya dari segi ukuran, material, dan warna, Anda pun harus mempertimbangkan masalah dana untuk membuat teralis yang sesuai dengan keinginan.




Mr. Ismail
No. HP. 081514026661 / 081311139362
Office : Jln. Raya Pasar Kemis – Bermis Tangerang – Banten
No. Tlp. ( 021) 59313454, Fax : ( 021 ) 59313454
Email : anekacipta14@yahoo.com
 Factory : Komplek Pergudangan PDP, Jln. Rawa Indah Kebon Kelapa, Pasar Kemis Tangerang
Website : http://anekaciptakonstruksi.com / http://stainlesssteel.web.id/

Canopy Minimalis


Jasa pembuatan canopy minimalis di Tangerang - Pembuatan canopy memang terlihat mudah tetapi sebenarnya membutuhkan keahlian khusus untuk menghasilkan sebuah canopy yang memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan. Untuk itulah kami hadir guna memenuhi kebutuhan pelangan akan pembuatan canoply minimalis, khususnya jasa pembuatan canopy minimalis di Tangerang dan sekitarnya.
Kami menggunakan kerangka baja ringan yang sudah diakui ketahanannya terhadap cuaca dan kekuatannya. dan diaplikasikan atap jenis polikarbonat yang langsung di import dari luar negeri guna menjaga kepercayaan pelanggan. Kami juga mempunyai tim khusus yang memang sudah memiliki pengalaman dan proses perhitungan dalam pembuatan canopy. Penggunaan kerangka baja ringan selain didasari kekuatannya, tetapi juga karena harganya cukup terjangkau. dibanding jenis canopy lain yang mencapai Rp. 600.000 tetapi jika menggunakan canopy baja ringan hanya cukup dengan Rp.350.000 saja.
Untuk informasi produk lebih lengkap, harga dan jasa pembuatan canopy minimalis di Tangerang dan daerah sekitarnya, silahkan hubungi customer service




Mr. Ismail
No. HP. 081514026661 / 081311139362
Office : Jln. Raya Pasar Kemis – Bermis Tangerang – Banten
No. Tlp. ( 021) 59313454, Fax : ( 021 ) 59313454
Email : anekacipta14@yahoo.com
 Factory : Komplek Pergudangan PDP, Jln. Rawa Indah Kebon Kelapa, Pasar Kemis Tangerang
Website : http://anekaciptakonstruksi.com / http://stainlesssteel.web.id/

Pagar Rumah Minimalis


 
Pagar Rumah Minimalis ModernKEBERADAAN pagar rumah tidak dapat disangkal merupakan aksesori yang dapat meningkatkan daya tarik sebuah rumah. Pagar merupakan etalase pertama sebuah rumah. Banyak terdapat pagar rumah. Namun dewasa ini, pagar rumah minimalis modern sedang menjadi tren yang digandrungi masyarakat. Selain pagar ini dapat berfungsi sebagai penghalang tanah antara rumah-rumah dan jalan. Pagar juga dapat lebih mempercantik taman, di samping itu pagar memberikan privasi.

Pagar juga berfungsi sebagai pengaman untuk mencegah dan membatasi akses orang atau sesuatu yang lain yang tidak dikehendaki. Berdasarkan posisinya yang berdiri kokok di garis terdepan, tentu saja, pagar memiliki nilai tambah dalam meningkatkan karakter rumah jika dirancang sesuai dengan keinginan dan selera pemilik rumah.

Jika pagarnya bagus dan menarik, akan membuat orang yang melihat lebih jauh ke dalam, ke arah taman, dan rumahnya. Sementara itu, jika pagar rata-rata atau kurang menarik, biasanya orang akan melihat secara sepintas. Kondisi di dalam pekarangan dan kebun dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih pagar.

Pemilihan warna pagar, menyesuaikan dengan warna cat dinding rumah. Namun, sebagian besar memilih warna netral, seperti hitam, abu-abu, logam, atau cokelat. Identitas pagar rumah minimalis modern memang akan terkondensasi warna netral dan model seperti garis simetris, baik vertikal maupun horisontal, atau kombinasi keduanya dengan ornament yang minim.

Pertimbangan lain adalah jarak antara rumah dan pagar. Sebaiknya, pagar tidak terlalu tinggi dan tertutup jika jarak antara rumah dan pagar terlalu dekat. Hal ini juga dimaksudkan bahwa rumah masih mendapatkan aliran sinar matahari yang cukup setiap hari. Jika sebuah rumah cukup kecil, ukuran pagar tidak boleh terlalu tinggi sehingga rumah tidak terkesan tenggelam. Sebaliknya, jika rumah lebih dari satu lantai atau area yang luas, maka dapat menggunakan pagar yang lebih besar dan tinggi. Pagar rumah minimalis modern terlihat lebih indah dan nyaman dengan pemilihan bahan dan ukuran yang sesuai, rumah bergaya minimalis. (pusdat)







Model Pagar Minimalis
GAYA minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalis. Model ini sebagai benyuk protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi alam habis-habisan. Bangunan rumah merupakan satu-kesatuan dari tema atau karya yang mempunyai maksud tertentu. Oleh karena itu, elemen interior dan elemen eksterior dari sebuah rumah harus kompak dalam satu tema. Pagar sebagai elemen terdepan rumah bisa dijadikan sebagai penentu gaya dari sebuah bangunan, apakah tropis, minimalis, dll. Sebuah rumah dengan konsep minimalis harus menggunakan model pagar yang minimlais juga.

Fungsi pagar tidak hanya sebagai pelindung rumah. Tetapi juga sebagai pemanis dari rumah itu sendiri, sebagai simbol status sosial, serta memberi nilai artistik dari rumah itu sendiri. Yang perlu diperhatikan dalam membuat model pagar minimalis adalah: serasikan model pagar minimalis dengan gaya rumah, lebih cermat dalam memilih bahan dan warna, harus penuh dengan kreativitas, serta selalu menghindari design yang rumit dan sulit. (pusdat)


Tips Desain Pagar Rumah Minimalis

APABILA taman Anda hanya dihiasi rerumputan atau tanah dengan tanaman seadanya, maka pemilihan pagar jenis yang rapat bisa menjadi satu trik untuk menutupi kekurangan taman tersebut. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan memilih satu desain pagar tertentu, sebaiknya mempertimbangkan terlebih dulu beberapa hal berikut ini:

1. Gaya pada rumah yang ingin diberi pagar.
Gaya rumah tersebut mengadopsi gaya rumah model apa? Apakah gaya country, modern minimalis, klasik, mediteran, atau lainnya? Atau mungkin mengikuti gaya etnik tertentu. Desain pagar sebaiknya masih satu tema dengan rancangan rumah sehingga pengembangan desain, bentuk, dan detail pagar juga akan mengikuti tema tersebut.

Misalnya desain dari ornamen, pilihan warna, material utama, dan material tambahan tidak akan lari dari tema umum. Untuk pagar rumah minimalis, biasanya memakai bentuk-bentuk yang sederhana dan lurus-lurus tanpa banyak menggunakan permainan bentuk.Hanya menggunakan keragaman dan kombinasi tekstur dari material pembentuknya.



2. Luasan rumah dan jarak terhadap bangunan.

Jarak antara rumah dan pagar juga patut menjadi pertimbangan. Apakah rumah termasuk rumah besar, sedang, atau rumah mungil dengan bentang pagar tidak lebih dari enam meter? Desain pagar rumah mungil sebaiknya jangan terlalu rumit dan warna-warni. Pilihlah bentuk ramping, sederhana, dan proporsional terhadap rumah.

Ukuran pagar yang tinggi, besar, serta terlihat “gagah” akan bagus dan pas untuk rumah yang besar dan luas seperti di perumahan elite. Karena walaupun pagar tinggi tapi karena rumahnya juga besar, maka pandangan terhadap rumah akan tetap terlihat jelas dari luar.

Sementara untuk rumah tipe mungil, sebaiknya tidak menggunakan pagar yang tinggi, sehingga nanti rumahnya malah tertutup semua. Pilih saja pagar yang juga mungil atau transparan. Untuk ukuran dan ketinggiannya biasanya berkisar antara 1,2 sampai dengan 2 meter, bergantung kepadatan lingkungan di sekitarnya.


3. Bentuk, warna, dan proporsinya.
Dalam hal ini, bentuk dan warna akan sangat membantu jika dipilih dengan benar. Untuk rumah ukuran besar dan sedang, ketentuan serta pendekatan desain dan penampilan sama dengan rumah mungil. Tetapi, untuk rumah besar memiliki banyak pilihan desain, lebih fleksibel, ornamen, dan bahan yang dipilih lebih bisa warna-warni. Lebih bisa pula diterapkan dalam berbagai bentuk serta tema. Tren bentuk railing pagar rumah akan selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan variasi bahan bangunan yang ada di pasaran. Selain itu, pengerjaan dengan teknik mesin bubut, teknik las, dan teknik pengecatan yang dimiliki para tukang juga sangat mendukung hasil akhir penerapan satu desain pagar.

Untuk desain pagar rumah minimalis biasanya hanya memakai pola-pola garis simetri, baik horizontal maupun vertikal yang sederhana atau kombinasinya. Sedangkan warnanya hanya menggunakan warna hitam, abu-abu, ataupun putih. Penggunaan warna hitam dan batu-batuan berwarna hitam bakal memberikan kesan kuat dan gagah. Sedangkan warna batuan putih atau krem akan memberi kesan ringan. Demikian pula warna finishing kayu natural akan memberi kesan ringan, sementara warna dark brown atau coffee brown akan memunculkan kesan berat.


4. Material yang dipilih.

Besi merupakan bahan yang banyak dipilih untuk digunakan karena relatif lebih murah dan mudah perawatannya. Di samping kuat, jika finishing-nya baik dan diberi antikarat, besi juga mudah dibentuk.

Terdapat beberapa jenis besi untuk bahan pagar. Misalnya besi cor, besi hollow, baja ringan, dan stainless. Untuk rumah mungil, pilihan pagar dengan material kombinasi besi dengan dinding bata pada bagian bawah sangat disarankan. Kayu juga banyak diminati, terutama jenis kayu keras yang tahan cuaca dan rayap. Jenis ini dapat difinish dengan cat, melamik, atau pelitur.

Untuk rumah mungil, pilihan material kayu disarankan dipotong dengan pola ukuran kecil dan di pasang vertikal. Kombinasi kayu dengan besi juga menjadi pilihan baik untuk rumah besar, sedang, maupun mungil. Kombinasi besi dengan dinding bata lapis jenis batu hias, semacam batu candi, andesit, batu granit, marmer, dan lainnya. Pemakaian jenis batu sebaiknya di-coating dengan polesan yang dijual di pasaran agar awet dan terhindar dari jamur.

Pasang secara vertikal ataupun horizontal atau secara acak dengan diberi tonjolan pada beberapa bagian tertentu untuk memberi kesan dinamis. Susunan batu dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam, baik susun bata, susun sirih, maupun susun rapi, baik secara beraturan ataupun acak. Namun, bidang dasarnya umumnya berbentuk kotak atau persegi panjang.

Untuk pagar rumah mungil, dianjurkan memilih jenis bebatuan selain berwarna hitam seperti batu candi atau andesit. Tetapi, jika tetap diinginkan, sebaiknya hanya dijadikan aksen. Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan semoga membantu dalam memutuskan dan merencanakan membuat pagar di halaman rumah. Semoga bermanfaat.





Mr. Ismail
No. HP. 081514026661 / 081311139362
Office : Jln. Raya Pasar Kemis – Bermis Tangerang – Banten
No. Tlp. ( 021) 59313454, Fax : ( 021 ) 59313454
Email : anekacipta14@yahoo.com
 Factory : Komplek Pergudangan PDP, Jln. Rawa Indah Kebon Kelapa, Pasar Kemis Tangerang
Website : http://anekaciptakonstruksi.com / http://stainlesssteel.web.id/